Home » Usaha Modal 2 Juta » Usaha Bingkisan Seserahan

Bisnis Modal Kecil Bingkisan Seserahan Dengan Bahan Daur Ulang

tips usaha Bingkisan SeserahanBisnis modal kecil dengan membuat bingkisan seserahan ini bisa dimulai dengan modal 2 juta by. Gm.Susanto

Salah satu cara ampuh untuk menekan modal dalam memulai bisnis modal kecil adalah memanfaatkan bahan baku daur hasil daur ulang atau dari barang bekas.

Hal inilah yang diterapkan oleh Nina Zainab, seorang pengusaha asal Jakarta yang memiliki bisnis pembuatan bingkisan seserahan.

Berawal dari usaha sampingan yang ditekuni saat kuliah bidang fashion garment, Nina kemudian melihat adanya peluang besar dalam bisnis pembuatan bingkisan seserahan, terutama karena bingkisan seserahan telah menjadi tradisi dalam upacara pernikahan di Indonesia.

Dengan modal sebesar 2 juta rupiah, Nina kini telah mempekerjakan 2 karyawan walaupun bisnis ini belum menjadi pekerjaan utamanya.

Dalam menjalankan bisnis modal kecil miliknya, Nina menekan modal produksi dengan memanfaatkan bahan-bahan daur ulang atau barang bekas seperti kaleng bekas dan kain perca.

Uniknya, Nina juga menerima ‘sumbangan’ barang bekas dari konsumen yang ingin bingkisan seserahannya terlihat unik atau dibanderol lebih murah.

Dengan kreativitas, pengalaman serta wawasan yang diperoleh semasa kuliah, Nina dapat membuat bingkisan seserahan yang berkesan mewah dengan bahan-bahan murah seperti plastik, bunga kering, mika, dan kain perca.

Nina kerap mengajak calon pemesannya untuk mengobrol agar dapat membuat bingkisan yang cocok dengan karakter serta rencana pernikahan si pemesan.

Rahasia kesuksesan bisnis modal kecil milik Nina adalah adanya aspek personal antara Nina dengan konsumennya, dimana aspek ini diterapkan dalam desain bingkisan seserahan sehingga tiap pemesan akan merasa bahwa bingkisan tersebut berkesan spesial untuknya.

Hal ini penting untuk menciptakan kelompok konsumen yang loyal serta melebarkan kesempatan promosi.

Selain itu, Nina juga menyiasati kurangnya modal dengan memanfaatkan barang-barang bekas serta kreativitas agar barang-barang tersebut dapat dibuat menjadi produk yang menarik dan memiliki nilai jual.