Sukses memulai usaha dengan modal di bawah 10 juta rupiah
Kerupuk adalah makanan ringan yang hampir semua orang suka. Makanan ringan tersebut dijual mulai di supermarket-supermarket terkenal sampai dengan warung-warung yang ada di desa-desa.
Tidak banyak orang sadar bahwa bisnis kerupuk merupakan bisnis yang menggiurkan. Dan sebagai tambahannya, omzet yang didapat bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah per bulan.
Kerupuk menjadi bisnis yang menjanjikan di masa depan. Sudah banyak sekali orang yang memulai kerajaan bisnisnya dari memproduksi dan menjual kerupuk buatannya sendiri.
Nurati adalah salah satu orang yang sudah sukses mengembangkan bisnis kerupuk Indramayu ke berbagai tempat.
Modal awal yang hanya Rp. 10 juta rupiah diberikan oleh kakak Nurati karena melihat potensi bisnis kerupuk akan bagus di masa yang akan datang. Produk kerupuk Indramayu yang berbahan dasar tepung tapioca itu diberi nama Kerupuk Ikan Cap Dua Mawar.
Saat ini dengan pengembangan bisnis yang baik, Nurati menerima omzet yang sangat besar per bulannya. Rp. 300 juta dikantonginya setiap bulan.
Uang sebesar itu didapatnya dari bisnis kerupuk Indramayu yang sangat terkenal di daerah Jawa Timur.
Pada awalnya Nurati hanyalah seorang buruh serabutan yang bekerja di pabrik kerupuk kakaknya. Upah yang diperoleh sangat minim dan tak bisa digunakannya untuk membeli makanan yang baik setiap harinya. Kondisi ini mendorong Nurati untuk memiliki usaha sendiri agar dia tidak direndahkan oleh orang lain.
Bisnis yang kemudian berkembang pesat tersebut mampu membayar uang-uang pinjaman yang diberikan oleh kakaknya kepadanya.
Dari cerita tersebut dapat disimpulkan bahwa memiliki bisnis yang maju pesat di kemudian hari tidak harus dimulai dengan modal yang sangat besar. Berapapun jumlah modal yang dipunya, jika dikelola dengan sangat baik maka keuntungan yang didapat pun semakin banyak.